Tuesday, December 30, 2014

Friday, December 19, 2014

Nasi Kaldu Sapi


Nasi Kaldu Sapi a.k.a Beef  Stock Rice 
Ingredients:
- 1 cup of glass or 250 gram white rice. Rinse well
- 100 gram of minced beef
- a half or one carrot 
- a handful of any kind of mushroom 
- a handful of sweet corn
- a half of onion
- a clove of garlic
- 1 teaspoon of pepper powder
- 1 teaspoon of salt
- 1 teaspoon of beef stock/broth powder 
- 1.5 or 2 cup of water
- 2 tablespoons of oil
- 1/5 handful of minced leek or onion leaves.
- 1/5 handful of fried/roasted cashews nut

How to cook
- Minced the onion and garlic... cut the carrot into a little chunks
- Put the oil into the pan fry.... then the onion and garlic.... when it smell good, then put the carrot and corn. Stir fry about a couple minute.... the put the beef and mushroom. Stir fry again until the beef cook well.
- Put the rice and the water. Put salt, pepper and broth powder. Then boil it until the water seeped into the rice. 
Remember you must know the comparison of the size between the water and the rice. The easy way is just put your middle finger knuckle. The water size is just until the first line of it. Because if you put to much water... then it will be a porridge. In Indonesian way... we call it "Beras Karon"
- Then steam the rice until it cook well. 
- Then serve it with minced leek and cashews nut on the top of it




Tuesday, December 2, 2014

Tips Melipat Lengan Pakaian Agar Terlihat Stylish Dan Fashionable

Gaya dimulai ketika Anda tahu apa yang ingin Anda lakukan dengan pakaian Anda. Misalnya ketika Anda bosan dengan pakaian lengan panjang. 
Pakaian dengan lengan yang panjang memang terkesan hangat, lurus, formal dan sejenisnya. Bila Anda ingin melipat lengan pakaian Anda, gunakan trik yang tepat agar lipatan itu tidak terkesan kaku. KAmi punya beberapa tips berikut ini. 
CARA I: Melipat Biasa

Photo copyright advicefromatwentysomething.com/Photo 
Metode ini menggunakan cara biasa yang lebih simple dengan melipat lengan seperti biasa. Dengan metode ini Anda bisa membuat gaya yang lebih charming dan membuat lengan terlihat proporsional. 

CARA II: Melipat Dengan Outer Denim

Photo copyright advicefromatwentysomething.com/Photo 
Outer denim memang bahannya lebih kaku dan tebal. Bila Anda mengggunakan pakaian seperti di atas, maka lebih baik membuat salah satunya lebih kelihatan. Tarik sedikit lengand alam dan lipat lengan jeans seperti biasa. Dandanan ini cocok untuk musim penghujan atau bepergian ke tempat yang lebih dingin. 

CARA III: Melipat Dengan Outer Sweater

Photo copyright advicefromatwentysomething.com/Photo 
Ada dua cara bila Anda menggunakan outer seperti ini. Pertama dengan melipat ujung lengan dalam ke luar. Tak perlu sampai ke siku, cukup di area pergelangan tangan saja. Dengan cara ini Anda bisa membuat gaya yang lebih smart ala si kutu buku.

CARA IV: Melipat Lengan Pakaian Dan Cardigan

Photo copyright: advicefromatwentysomething.comPhoto 
Anda bisa menggunakan friday style ini dengan melipat lengan pakaian hingga ke siku. Buat lipatan yang lebarnya medium agar Anda lipatan lengan tidak terlalu tebal. Cocok bagi yang suka gaya casual karena cara ini membuat Anda kelihatan lebih proporsional. 
Selamat mencoba beberapa trik di atas. Satu sentuhan sederhana bisa memberikan kesan berbeda pada gaya fashion Anda. Stay fashionable Ladies.

Thursday, November 27, 2014

Kue lupis... Originally dessert from Betawi


Terbuat dari beras ketan yang dikukus dalam bungkusan daun pisang, disajikan dengan parutan kelapa dan disiram saus gula merah. Sangat lezat dan legit.

Made of glutinous rice steamed in a banana leaf bundling , served with grated coconut and brown sugar sauce smothered. So delicious,tasty and sweet :D

Kue lupis... Originally dessert from Betawi... Culinary Herritage # Food Photograpy

Wednesday, November 19, 2014

Cerita pagi dalam sepotong Sandwich

Entah mengapa sejak mencoba menjalani gaya hidup sehat, saya suka sekali memposting foto-fotonya. Apalagi dengan kecanggihan smartphone yang ada...  tampilan yang biasapun jadi luar biasa.

Satu hal lagi.... Ibu saya dengan umur yang sudah 60 tahun ke atas juga ikutan terkena penyakit degeneratif. Kolesterol, asam urat, dan diabetes yang ukurannya sering kali naik turun seperti timbangan badan saya. Sudahlah begitu, kebiasaan orang Indonesia ya.... ibu saya pun gak kenyang kalo gak makan nasi. Haaaddeeeuuuhhh

Kasian melihat ibu yang setiap hari harus minum obat... secara kan ya obat itu kan berupa bahan kimia, yang lama-lama dikonsumsi juga akan ada efek sampingnya, Sadar akan hal ini, putar otak lah saya untuk menghidangkan makanan-makanan yang jelas-jelas bikin perut kenyang tapi juga sehat.

Seperti pagi ini, saya buatkan sandwich gandum yang irisannya cukup tebal topping biji-bijian (lupa merek apa... belinya di Superindo) dengan isi telur rebus/ceplok tanpa minyak, keju selembar, dan sayuran. Ditambah buah dalam bentuk jus atau potongan. Dan untuk cemilan jelang siang, rebusan ubi ungu cukup mengenyangkan lah ya....

Selain itu pun.... kami sudah tidak mengkonsumsi nasi putih lagi... sebagai gantinya nasi merah atau umbi-umbian seperti kentang, ubi, talas, atau gendruk.
Seperti biasa... memulai hari sambil meracik sarapan, kami pun ngobrol ngalor ngidul.... antara ngobrol sama ngegosipin tetangga lah intinya hahahaha :D

So,,,, ini cerita pagi ku dalam sepotong sandwich... kalo kamu???!!!
#foodphotography #eatandtreats #healthylife #iphone5S 

Monday, November 17, 2014

"Beecy Cafe"... Cerita Sepeda Dalam Segelas Kopi


Interior lantai atas Beecy Cafe


Gowes... gowes... gowes.... sebuah kata yang sangat populer sekitar 3-5 tahun yang lalu, saat sepeda mulai ramai menjadi trend gaya hidup sehat di Jakarta. Mulai yang memang benar-benar pencinta sepeda sampai yang cuma sekedar ikut-ikutan tren. Bahkan hingga akhirnya presiden RI yang saat itu dijabat oleh bapak SBY mencanangkan program "Car Free Day' (CFD)"sepanjang jalan Sudirman-Thamrin setiap minggu pagi. Tren ini pun diikuti oleh kota-kota dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Beragam jenis sepeda yang bisa kita lihat sepanjang CFD. Dari yang sepeda ala kadarnya, sepeda ontel, hingga tren terbaru itu sepeda lipat dan pixi. Selain sepeda-nya yang beragam jenisnya, yang tak kalah menarik juga kostum-kostum yang digunakan para peserta. Yang pake sepeda ontel biasanya berkostum ala-ala jaman penjajahan,,,, belum lagi sepeda-nya dipasang radio tape... dangdutan pula musiknya........ah pokoknya seru deh.

Kegiatan ini,,,, akhirnya memunculkan komunitas-komunitas pecinta sepeda. Dari yang cuma kumpul-kumpul jadi teman.... jadi rekan bisnis... bahkan ada yang sampe ketemu jodoh loh!!! hahahaha.... :D Bengkel sepeda dan toko sepeda pun laris maris.... dari harga sepeda yang cuma sejutaan sampe puluhan juta.... ada semua.

Dan ketika jaman mulai berganti.... tren sepeda-an pun mulai tergeser oleh tren running (lari), namun persahabatan dalam komunitas sepeda-an sepertinya tetap berjalan. Tak ingin sepenggal cerita tentang tren sepeda ini berhenti hanya dalam ingatan, sebuah komunitas sepeda yang masih aktif akhirnya bergegas membuat 'markas' dalam bentuk sebuah kedai kopi.... atau yang ngetren dengan sebutan cafe.

Ya.... "Beecy Cafe" (baca...BC singkatan dari Bicycle Club) sebuah kedai kopi yang terletak di jalan Dharmawangsa (samping Snappy, belakang Polres Wijaya) menghadirkan sebuah nuansa nostalgic bagi para pecinta sepeda... Sebenarnya tempat ini adalah kedai kopi biasa,,,, menu utamanya ya hanya beragam kopi-kopian dan camilan-camilannya. Hanya saja memang tempat ini di design untuk nongkrong-nongkrong sambil menikmati koleksi-koleksi sepeda dan printilannya yang di pajang sepanjang dinding lantai dasar dan lantai atas. 

tampak depan Beecy Cafe


Saat masuk di depan pintu.... mata pengunjung sudah dimanjakan oleh beberapa koleksi sepeda dan spare part-nya. Nyatanya sepeda-sepeda ini bukan hanya untuk pajangan, namun juga dijual.


Di sebelah kanan... display peralatan kopi dan kegiatan para barista menjadi hiasan mata pengunjung.

Spare part sepeda di sepanjang selasar lorong lantai dasar

Pun di lantai atas.... masih terdapat ruang yang cukup nyaman untuk nongkrong-nongkrong yang juga dilengkapi dengan fasilitas wifi yang cukup kencang koneksi internet-nya. 


Mau sambil merokok pun.... ada balkon yang keren loh... buat pecinta selfie... gak mungkin dilewatkan sudut-sudut unik ini.

Balkon
Tuh.... lumayan keceh kan tempatnya....

Avogatto dan Casava Choco Ball
Ini nih... beberapa menu yang jadi favorit...

lupa namanya apa... ada caramel-nya gitu deh... hahaha :D

Untuk range harga kopi dan cemilannya ya standar lah ya.... mulai 20 ribuan ampe 50 ribuan deh... tapi pengunjung bisa nongkrong ampe pagi... hahaha :D
So..... Jangan ngaku pecinta sepeda kalo belum pernah photo selfie di Beecy Cafe!!!! Gowes ccyyyynnn!!!!

Monday, November 10, 2014

Healthy Life Style.... Sebuah tren VS swasembada pangan

Dari judulnya kali ini, ceritanya saya mau berbicara tentang hal-hal yang serius... biar kelihatan seperti para pakar-pakar yang sering nongol di layar televisi itu loh.... ccciiiieeehhhhh hahahaha :D

Sebagai pakar ahli masalah sosial... hahahaha ngarep.com, fenomena yang berkembang saat ini di masyarakat urban dengan tingkat ekonomi menengah keatas adalah sebuah tren gaya hidup sehat or bahasa inggrisnya healthy life syle. Yang dimaksud dengan gaya hidup sehat ini, bukan hanya dengan sekedar rutin olahraga, tapi juga diimbangi dengan pola makan yang sehat pula. Pengikut tren gaya hidup sehat ini biasanya para executive muda, pekerja kantoran, blogger, anak-anak muda (mahasiswa dan para fresh graduate) dan komunitas penggerak gaya hidup sehat lainnya. Mereka berlomba-lomba pamer gaya hidup sehat mereka di media social seperti Facebook, Path, Twitter dan Instagram. Pose-pose Yoga, Pilates, lari maraton berkilo-kilo, dan workout lainnya, serta berbagai macam makanan sehat dan jus sayur+buah, infuse water, jeniper, lemon shoot dan berbagai jenis lainnya dengan mudahnya bisa kita lihat asalkan akses internetnya memadai.

Tak terkecuali saya.... saya juga tertarik dan mulai mengikuti gaya hidup sehat ini. Mulai rutin latihan yoga sekitar 2 tahun ini, dan juga mulai mencoba meracik makanan sehat. Yaaahhh semua masih dalam taraf belajar. Belajar tentang sebuah kebaikan dan berharap hasil yang baik pula kan ya....

Lah terus apa hubungannya dengan tren gaya hidup sehat dengan swasembada pangan ?
Mmmmm.... begini... (pasang wajah serius dulu seperti para pakar-pakar di televisi... hahahaha)
Sehubungan dengan program pemerintah yang baru dari Jokowi-JK, bahwa diharapkan Indonesia kembali mencanangkan swasembada pangan seperti dulu... waktu era-nya Orde Baru jamannya Suharto. Saya melihat ada benang merahnya nih....

Tren gaya hidup sehat menuntut untuk mengkonsumsi produk-produk organik. Lihat saja di berbagai supermarket dan acara bazaar-bazaar, selalu ada gerai atau pojokan-pojokan yang khusus menyediakan produk-produk organik. Hingga menjamurnya toko online produk organik. Apapun lah itu.... sayuran, buah, susu, daging, beras.... pokoknya segala sesuatu yang bisa dikonsumsi manusia. Nah.... tau sendiri kan harga produk organik itu sangat mahal. Binggitsss kalo kata anak-anak alay. 
Hal ini pun mulai mempengaruhi pola pikir masyarakat untuk membuat home gardening sendiri. Daripada beli produk organik mahal, lebih baik nanam sendiri dengan metode TABULAMPOT (tanam buah dalam pot). Saya juga sudah memulainya nih... sekali lagi... pun masih dalam tahap belajar. Mulai dari yang mudah.... tanam cabe, bawang, dan tomat, kalo sudah berhasil niatnya sih mau tanam buah-buahan seperi pepaya, melon, semangka dan lainnya. Seminar dan workshop-nya pun mulai banyak diselenggarakan oleh komunitas, baik dengan metode konvensional tanam dengan media tanah ataupun hidroponik (tanam dengan media air).

Nah coba pikir deh... jika setiap rumah tangga.... atau tiap satu pintu rumah/apartment/kamar kos diwajibkan pemerintah.... (enaknya sih dengan kesadaran sendiri ya.... ) menanam sedikitnya satu pot tananam sayur/buah. Paling tidak saat panen kecil (ya iyalah wong cuma 1 pot... kalo seladang/kebun baru lah panen besar... hehehe) bisa dikonsumsi sendiri, sedikit mengurangi biaya hidup bulanan, Contoh... jika 1 rumah tangga tanam 1 pot cabe rawit/merah, nah jika sudah berbuah dan panen kecil, maka tidak perlu lagi beli cabe untuk kebutuhan di dapur. 1 kali panen kecil, misal 1/2 kilo,,,,  berapa tuh harga cabe 1/5 kilo? misal 10 ribu. Kan artinya ngirit uang 10 ribu. Hari gini... uang 10 ribu berarti banget kan... apalagi kalo udah akhir bulan. Nah itu baru contoh kecilnya. Kalo nanamnya banyak kan bisa ngirit lebih banyak lagi. Kalo tetangganya menanam tanaman yang berbeda.... misalnya bawang dan tomat... nah saat panen kan bisa saling tukar ya.... jadi sistem barter seperti jaman dahulu kala hihihihi. Selain jadi irit .... juga lebih sehat untuk tubuh kita kan...

Bahkan jika wajib 'home gardening' ini juga diterapkan oleh para pengusaha katering dan warung/rumah makan.... otomatis biaya produksi lebih kecil, sehingga harga jual ke konsumen juga lebih murah kan. Sudahlah murah... sehat pula. Apalagi saat ini mulai banyak katering-ketering yang menitik beratkan pada menu sehat dan menu penurunan berat badan atau pula menu khusus untuk penderita penyakit tertentu, yang harganya sumpah mahal banget.... 1 porsi sekitar 70-90 ribuan. Nah jika mereka menerapkan tabulampot ini.... kan lumayan bisa ngurangi biaya produksi ya....

Jika kesadaran untuk melakukan 'home gardening' diterapkan oleh.... paling tidak masyarakat Jakarta aja dulu deh.... yang katanya susah lahan itu.... percaya deh... 3-5 tahun ke depannya Jakarta kota tercinta ini jadi lebih ramah. Sedikit polusi dari sarana transportasi yang mengangkut bahan pokok makanan, serta lebih hijau pastinya, sehingga jika pas lagi musim kemarau ya gak separah seperti sekarang ini panasnya. Selain itu pula... udah gak ada cerita lagi nih,,,, para ibu-ibu pada teriak-teriak harga cabe mahal pas jelang bulan puasa dan lebaran. Pikiran tenang.... hati lebih senang, jadi lebih sabar dan banyak senyum kan.... hehehehe. Nah program seperti ini jika berhasil diterapkan....justru membantu program pemerintah dalam mengupayakan swasembada pangan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga Jakarta pada khususnya. Ayo coba pamerkan panen tabulampot-nya.... :D

#Healthy life, eat, mind, body and soul






Friday, October 31, 2014

Thursday, October 23, 2014

Teh Olong.... Food Photography...




Sore-sore enaknya menikmati teh.... kali ini nyoba teh olong ah.... :D
#teatime#foodphotography#iphonecamera

Friday, October 17, 2014

Brownies...



Brownies ini memakai resep Pennylane Brownies-nya NCC....
Biasanya.... untuk 1 resep akan dibagi untuk 2 loyang.... tapi saya gak suka.... karna jadi sedikit.
Bagi saya.... 1 resep ya untuk 1 loyang,.... jadinya tebeeelllll :D
Kadang saya buat matang.... kadang agak nyaris matang, jadi tengahnya masih basah atau moist.... tergantung selera sih.... dimakan sehari setelahnya pake es krim vanilla + nonton DVD.... beeeuuuuhhhh nyimeeeeehhhh!!!! hahahaha :D

Bisa dipesan ya.... yang mau order silahkan hub Zuli 081315530539

Wajik Hias Bunga Pandan

Motif baru ya gaess... Untuk pemesanan area Jakarta, silahkan hubungi WA/Call 081315530539