Thursday, December 5, 2013

'Mindful Eating', Ajaran Buddha untuk Lebih Menghargai Makanan

Banyak orang lupa bagaimana cara menikmati makanan. Mindful Eating, atau dikenal juga Intuitive Eating, adalah ajaran Buddha yang tidak melarang memakan apapun. Namun, berfokus pada cara kita memperlakukan makanan tersebut.


Mindful Eating sering juga disebut 'opposite diet' dan bertumpu pada isyarat fisik seperti lapar atau haus, bukan menikmati makanan dengan emosional. Berikut ini beberapa hal penting dari ajaran tersebut.

1. Makan Perlahan
Mempunyai waktu untuk menikmati makanan sudah cukup untuk mempraktikkan cara sehat ini. Hal ini bertujuan jika Anda sudah mulai merasa kenyang, Anda dapat mengunyah perlahan dan makanan dapat dicerna lebih mudah. Apalagi, cara ini dapat membuat Anda untuk lebih menikmati rasa makanan. Hal ini akan jauh berbeda jika Anda menikmati makanan dengan tergesa-gesa.

2. Hening
Ternyata, nasihat orang tua zaman dahulu yang melarang kita berbicara pada saat makan ada benarnya. Mungkin hal ini terlihat aneh, tetapi apa salahnya jika diterapkan dari sekarang. Buatlah semacam perlombaan seperti “siapa yang paling tahan diam lebih lama akan mendapat hadiah”, atau semacamnya. Sebuah artikel dari New York Times menyebutkan seseorang cenderung akan mengurangi asupan makanannya jika ia berkonsentrasi untuk menenangkan pikiran dalam keheningan.

3. Matikan Telepon dan Televisi
Dewasa ini, berbagai gangguan seperti perangkat gadget yang dibawa saat makan. Hal ini sepertinya harus dijauhkan, dan akan lebih baik jika menghabiskan waktu santap makanan bersama-sama keluarga, tanpa ada gangguan.

4. Resapi Rasa Makanan
Asam sedap lemon, segar manis nanas, gurih lezat pizza rasanya akan tercecap sempurna apabila kita benar-benar menikmatinya. Komposisi bahan-bahan di tiap masakan yang berpadu sempurna menjadi stimulan ampuh ke dalam sel-sel otak. Secara tak langsung akan membuat kita merasa cukup akan apa yang kita makan. Dengan begini, Anda dan keluarga tidak merasa kekurangan akan apa yang dimakan. Jika Anda berminat mengenalkan metode ini pada anak-anak, mulailah lebih banyak berbicara tentang rasa dan tekstur makanan tesebut.

5. Tahu Asal-Usul Makanan
Mulailah membina hubungan yang dekat dengan pada setiap elemen makanan yang dihidangkan. Misalnya, menanam sayur di kebun tujuannya akan dinikmati bersama, atau berkunjung ke tempat peternakan sapi, atau proses pembuatan nasi dari masih berbentuk padi. Atau biasakan untuk bertanya-tanya asal-usul setiap makanan yang Anda nikmati. Darimana datangnya sayur ini? siapa yang menanamnya? Bagaimana cara menumbuhkannya? Bagaimana makanan ini bisa sampai ke tempat ini? dan sebagainya. Hal ini secara otomatis akan membentuk sifat lebih menghargai makanan.


sumber detik.com


No comments:

Post a Comment

Wajik Hias Bunga Pandan

Motif baru ya gaess... Untuk pemesanan area Jakarta, silahkan hubungi WA/Call 081315530539